mohon maaf sementara postingan ini masih berasal dari referensi blog orang.. bukan bermaksud plagiat tapi ini sekedar mem-bookmark pelajaran untuk saya belajar lebih lanjut, tapi tidak lupa saya cantumkan file asal postingan saya... heheh peace !!!!

Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Mei 2019

Pesan ust arifin

PESAN INDAH DARI *USTADZ ARIFIN ILHAM (ALM)*

Assalamu'alaikum Wr. Wb..
Cerdasnya orang yg beriman adalah, dia yg mampu mengolah hidupnya yg sesaat & yg sekejap untuk hidup yg panjang..
Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT.
Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.
Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:
.
.
● *Pertama*
Tahajjud karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.
.
● *Kedua,*
Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.
.
● *Ketiga,*
Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yg memanggil orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.
.
● *Keempat,*
Jaga Shalat Dhuha karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha
.
● *Kelima,*
Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yg suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yg bersedekah setiap hari.
.
● *Keenam*
Jaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yg berwudhu.
Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, “Orang yg selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, "ampuni dosa dan sayangi dia Ya Allah”.
.
● *Ketujuh,*
Amalkan istighfar setiap saat.
Dengan istighfar masalah yg terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

*Tiga doa yang janganlah kau lupakan dalam sujud*
*1. Mintalah diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah
_Allahumma inni as'aluka husnal khotimah_
Artinya : " Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah "
*2. Mintalah agar kita diberikan kesempatan Taubat sebelum wafat
_Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut_
Artinya: " Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat "
*3. Mintalah agar hati kita ditetapkan di atas Agamanya
_Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi 'ala diinika_
Artinya: " Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU "
Kemudian saya sampaikan,
jika kau sebarkan perkataan ini, & kau berniat baik maka kami doakan menjadikan kemudahan urusan urusanmu di dunia & akhirat.
Lakukanlah kebaikan walau sekecil apapun itu, karena tidaklah kau ketahui amal kebaikan apakah yang dapat menghantarkan ke syurga
Kirim ini semampumu
*SEKECIL* apapun amal ibadah, Allah SWT menghargainya PULUHAN kali lipat...
Smga kita semua termasuk dlm golongan org² yang bertaqwa,, aamiin... tolong baca sebentar aja Kita dzikir sebentar ingat ﺍَﻟﻠّﻪُ ...
*"Subhanallah, Walhamdulillah WalailaHa ilallah Allahu-Akbar wa la haula wala quwata illa billahil aliyil adzim”*
Sebarkanlah... Insha Allah kita akan membuat beribu-ribu manusia berdzikir.🙏🙏

Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Aamiin Yaa Robbal 'Aalamiin

Semoga bermanfaat..

Rabu, 12 September 2018

Meninggalkan sholat

بسم الله الرحمن الرحيم

*15 BENCANA BAGI ORANG YG SUKA MERENDAHKAN SHLAT*
==================
*Sayidah Fatimah ra.* Bertanya kepada Ayah tercinta (Rosulullah SAW)
Ayah... Apa sangsi bagi orang yang suka merendahkan Shalat ?
Rasulullah SAW. Menjawab.sangsi bagi orang yang merendahkan. Allah akan berikan 15 Bencana dalam hidupnya.
=========
Yang *6* Macam Allah berikan di dunia.Yaitu :
1.Allah akan cabut berkah umurnya.
2.Allah akan cabut betkah Rizkinya
3.Allah akan cabut tanda sholeh di wajahnya.
4.semua yang dilakukan tdk mndapat pahala
5.Do'anya tdk diangkat (tdk ditetima)
6.Tidak mendapatkan bagian dari do'anya orang orang sholih.
=========
Yang *3* Allah berikan disaat menjelang kematian.yaitu :
1.Dia mati dalam kehinaan
2.Mati dalam keadaan lapar
3.Mati dalam keadaan dahaga (haus).
=========
Yang *3* Allah berikan ketika dia berada di dalm kubur. Yaitu:
1.Allah akan kirim malaikat yg menakutkan
2.Allah Akan sempitkan kuburannya
3.Allah akan jadikan kubur nya Gelap gulita.
=========
Yang *3* lagi.
Allah SWT. akan berikan Ketika dibangkitkan di hari kiamat. Yaitu :
1.Allah akan mengirim malaikat yg mnyeret dia dgn posisi kepaa di bawah masuk nerka jahannam, disaksiakn oleh seluruh penhuni mahsyar.
2.Allah akan hisab dia dgn hisaban yang sangat sulit (pedih)
3.Allah tidak akan melihatnya, Allah tidak akan mensucikan dan orang itu akan tersiksa.

*Mugya manfaat*
Amiiiin

Kamis, 06 September 2018

_*perempuan*_


saat kecil
ia membuka pintu surga untuk ayahnya..

saat dewasa
ia menyempurnakan agama untuk suaminya

saat menjadi _ibu,_
ia menjadi penggerak semua doa

oleh karena itu
ia dimuliakan Allah dengen menempatkan surga ditelapak kakinya

ketika seorang _perempuan_ sudah menjadi _IBU,_
maka _ALLAH_ akan menganugerahkan kepadanya satu senjata yang sangat ampuh di muka bumi ..

_"Tahukah apa itu?"_

Itu adalah _Lisannya.._

_Lisannya_ akan menjadi _Berat timbangannya_..

_Lisannya_ akan menjadi _pembuka pintu-pintu langit_..

Ucapannya akan _diijabah.._
_doanya akan melesat tanpa penghalang_..

doa _ibu_ akan mampu menjadi _penghancur kesulitan bagi anak keturunannya_..

Dan _mengeluhnya_ seorang ibu akan menjadi _pemberat langkah setiap anggota keluarganya,_ termasuk bagi _suaminya_..

Maka _pantang_ bagi seorang ibu untuk _mengeluh,_
karena keluhannya pun akan menjadi kenyataan,
_sebagaimana harapan dan doanya_ pun akan menjadi kenyataan..

ucapan buruknya akan menjadi kendala bagi _dirinya dan keluarganya_

_Lisan_ seorang ibu layaknya _mukjizat para nabi.._
atau _Karomah para kyai_..

Maka berhati-hatilah
wahai para ibu
ketika Anda menggunakan
_senjata terampuh ini_..

gunakan untuk bermunajat meminta kepada _ALLAH_ agar suamimu dimudahkan dalam _mencari nafkah_..

Jangan mengeluhkan tentang dirinya.

Itu justru akan _semakin memberatkan_..

Gunakan untuk bermunajat meminta kemudahan dan _Kesalehan  atas   anak-anakmu_
jangan mengeluhkannya.

Karena itu akan menjadi benar adanya......

Minggu, 05 Agustus 2018

Apa Itu rezeki

Assalamualaikum wr.wb

Bapak2, dulu saya pikir sholat dhuha dan membaca zikir itu pembuka pintu rezeki, dan dulu juga saya pikir, rezeki itu berwujud uang, gaji yg besar, banyak order, banyak job, urusan kerjaan lancar, banyak tabungan di Bank, punya banyak asset, seperti: kendaraan, properti disana-sini, intinya: Harta...

Setelah mencari tau lebih dalam apa makna rezeki dalam Islam, ternyata saya salah besar...

Ternyata, langkah kaki yg dimudahkan untuk hadir ke majelis ilmu, itu adalah rizqi.

Langkah kaki yg dimudahkan untuk shalat berjamaah di masjid, adalah rizqi.

Hati yg Allah jaga jauh dari iri, dengki, dan kebencian, adalah rizqi.

Punya temen2 yang sholeh dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itu juga rizqi.

Saat keadaan sulit penuh keterbatasan, itu juga rizqi. Mungkin jika dalam keadaan sebaliknya, justru membuat kita kufur, sombong, angkuh bahkan lupa diri.

Punya orang tua yang sakit2an,ternyata itu adalah rizqi, karena merupakan ladang amal pembuka pintu surga bila kita tulus Ikhlas mengurusnya.

Tubuh yang sehat, adalah rizqi. Bahkan saat diuji dengan sakit, itu juga bentuk lain dari rizqi karena sakit adalah penggugur dosa.

Dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk2 rizqi yang kita tidak sadari...

Suami Istri dan anak2 Sehat itu Rizki, anak-anak Anda sekolahnya lancar itu Rizki, hidup Rukun sama Tetangga itu Rizki...

Bahkan bila Anda mendapatkan kiriman kajian tausiah keagamaan yg mengajak kebajikan itu juga Rizki, karena Anda mendapatkan Ilmu darinya...

Justru yang harus kita waspadai adalah ketika hidup kita berkecukupan, penuh dengan kemudahan dan kebahagiaan, padahal begitu *banyak hak Allah yang belum mampu atau tidak kita tunaikan...* 😔

Mari sebarkan kebaikan dan nikmati Rizqi2 yg Allah amanahkan Kepada Kita

*ۚ ﻭَﻣَﺎ ٱﻟْﺤَﻴَﻮٰﺓُ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎٓ ﺇِﻻَّ ﻣَﺘَٰﻊُ ٱﻟْﻐُﺮُﻭﺭِ*

... Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Al-Hadid - 57:20)

*Semoga bermanfaat 🙏*

Senin, 23 Juli 2018

Sunah Nabi yg berefek sehat

*⛔ STOP DGN  AIR WUDHU ⛔*

Assalamu 'Alaikum Wr Wb

KISAH NYATA ADA SEORANG MILYADER SAUDI-ARABIA TURUNAN YAMAN SAKIT GEJALA STROKE, PUSING TERUS MENERUS TAK  BERKESUDAHAN, DOKTER SAUDI ANGKAT TANGAN SUDAH MENYERAH, DISARANKAN PERGI KE DOKTER SWISS, SETELAH DIPERIKSA, DOKTER SWISS BEKATA SAMBIL TERTAWA KECIL, ANDA KAN ORANG ARAB, TENTU BERAGAMA ISLAM, OBATNYA ADA DIKITAB ANDA, BENGONG SERIBU BAHASA DENGAN MEMANDANG SANG DOKTER PENUH KEHERANAN RASANYA INGIN CEPAT2 TAU APA YG AKAN DIUCAPKAN PROFESSOR DOKTER BARUSAN, KATANYA:_

*HIRUPLAH AIR DIHIDUNG SETIAP BERSUCI WUDHU' SAMPAI TERASA DI UBUN2*.

_*MASYA ALLAH INI TUNTUNAN WUDHU' DALAM HADITS BAB BERSUCI, PASIEN TSB TERDIAM MALU BENAR2, DALAM BENAK PIKIRAN ORANG ARAB TSB MEMBENARKAN DLM HATI,  SINGKAT CERITA TANPA OBAT ALHAMDULILLAH SEMBUH TOTAL.*_

_KEMUDIAN DISEBARKANLAH KEJADIAN YANG TELAH DIALAMI, KATANYA : JANGAN TINGGALKAN *MENGHIRUP AIR KETIKA  WUDHU 3X,* YG KEBANYAKAN ORANG2 ISLAM SELALU MENYEPELEKAN AJARAN NABI SHALLAHU 'ALAYHI WA SALAM, MENCEGAH STROKE, DAN STOP ⛔⛔⛔ STROKE SEKARANG DAN SEBARKAN SEBAGAI AMAL IBADAH BERANTAI AMIEN._

*_INFO SEHAT KITA:_*

_*```SUNNAH NABI ITU EMANG SUPER```*_    

*_1. B.A.B duduk, beresiko tinggi terkena wasir/ambeien._* BAB jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*

*_2. Kencing berdiri beresiko prostat dan batu ginjal._* Kencing jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*

*_3. Enzim di tangan membantu makanan lebih mudah dicerna._*
Dibanding dengan besi, kayu, atau plastik, makan dengan tangan lebih bersih, fitrah dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*

*_4. Makan dan minum berdiri dpt mengganggu pencernaan._* Dengan duduk lebih santun dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*

*_5. Makan di kursi, masih kurang menyehatkan._* Dengan duduk di lantai, tubuh akan membagi perut menjadi 3 ruang: udara, makanan dan air, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*

*_6. Makan buah setelah makan (cuci mulut) kurang bagus bagi lambung, karena ada reaksi asam._* Yang sehat adalah makan buah sebelum makan, membantu melicinkan saluran pencernaan dan membuatnya lebih siap, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*

*_7. Tidur tengkurep tidak bagus untuk kesehatan, bahkan itu tidurnya syetan._*
Tidur menghadap kanan lebih menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*

*_8. Banyak Rahasia Sunnah yg telah diteliti para pakar, dari segi hikmah, manfaat, dan kesehatan._* Benarlah yg dikatakan: di balik sunnah ada kejayaan. Bagi kita, jika misalnya belum tahu manfaatnya, terus saja semangat mengikuti adab dan tuntunan Rasul. Manfaat itu efek samping, motivasi utamanya adalah mengikuti adab dan tuntunan Rasul.

*_9. Seorang dokter Eropa berkata: jika semua manusia mengamalkan 3 sunnah saja (sunnah makan, sunnah di Kamar Mandi, dan sunnah tidur), maka harusnya saya berhenti jadi dokter karena tidak ada pasien.. masyaa  Allah.... Cintailah sunnah Nabi, tidak hanya adab sehari2 tapi seluruh. apa yang telah Rasullah tetapkan dalam Islam .. "Mau yg disukai atau tidak"._*

Nb.
*_Bagikan artikel ini agar terbaca dan bermanfaat bagi saudara, teman dan keluarga._* 🙏

*_Turut berbagi dari wa kedokteran  islam_*

Sabtu, 27 Januari 2018

Macam2 rezeki

*8 JENIS REZEKI DARI ALLAH*

*1.Rezeki Yang Telah Dijamin.*

‎وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
"Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya."
(Surah Hud : 6).

*2. Rezeki Karena Usaha.*

‎وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya."
(Surah An-Najm : 39).

*3. Rezeki Karena Bersyukur.*

‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu."
(Surah Ibrahim : 7).

*4. Rezeki Tak Terduga.*

‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
"Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."
(Surah At-Thalaq : 2-3).

*5. Rezeki Karena Istighfar.*

‎فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا
"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).

*6. Rezeki Karena Menikah.*

‎وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya."
(Surah An-Nur : 32).

*7. Rezeki Karena Anak.*

‎وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(Surah Al-Israa' : 31).

*8. Rezeki Karena Sedekah*

‎مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً
“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”
(Surah Al-Baqarah : 245).

Sabtu, 20 Januari 2018

Muhasabah

*TEGURLAH DIRIMU agar MAMPU MEMAHAMI ORANG LAIN*

Assalamu'alaikum....

*1. Jika Kita Memelihara Kebencian/Dendam,* maka seluruh 'Waktu & Pikiran' yg kita miliki akan habis begitu saja & kita tidak akan pernah menjadi 'Orang Yang Produktif'.

*2. Kekurangan Orang Lain adalah Ladang Pahala' bagi kita untuk* 😗
» Memaafkannya,
» Mendoakannya,
» Memperbaikinya, dan
» Menjaga Aib-nya.

*3. Bukan Gelar, Jabatan dan kekayaan yg menjadi kan Orang jadi Mulia* Jika kualitas pribadi kita buruk, iri dengki ambisi  semua itu hanyalah 'Topeng Tanpa Wajah'.

*4. Ciri Seseorang (Pemimpin ) itu " Baik'* akan Tampak dari :
» Kematangan Pribadi,
» Buah Karya, tdk ambisi kedudukan & Uang
» serta Integrasi antara 'Kata & Perbuatan'-nya.

*5. Jika Kita Belum bisa membagikan Harta atau membagikan Kekayaan,* maka Bagikanlah 'Contoh Kebaikan' karena Hal itu akan 'Menjadi Tauladan'.

*6. Jangan Pernah Menyuruh Orang lain utk Berbuat Baik,* Sebelum Menyuruh Diri Sendiri',
Awali segala sesuatunya untuk kebaikan dari Diri Kita Sendiri.

*7. Pastikan Kita sudah melakukan yg terbaik n  'Beramal' hari ini,* Baik dengan :
» Materi,
» dengan Ilmu,
» dengan Tenaga,
» atau Minimal dgn
*Senyuman yg Tulus*...

*8. Para Pembohong* akan 'Dipenjara oleh Kebohongannya' sendiri.
Orang yg Jujur akan
'Menikmati Kemerdekaan' dalam Hidupnya.

*9. Bila Memiliki 'Banyak Harta', maka Kita lah yg akan 'Menjaga Harta'.*
Namun Jika Kita Memiliki 'Banyak Ilmu', maka Ilmu lah yg akan 'Menjaga Kita'.

*10. Bila 'Hati Kita Bersih',*
Tak ada Waktu untuk :
» Berpikir Licik,
» Curang,
» atau Dengki, iri
sekalipun terhadap Orang lain.

*11. Bekerja Keras adalah 'Bagian Dari Fisik',* Bekerja Cerdas merupakan 'Bagian Dari Otak', sedangkan Bekerja Ikhlas adalah
'Bagian Dari Hati'.

*12. Jadikanlah setiap 'Kritik'* bahkan 'Penghinaan' yg Kita Terima sebagai 'Jalan Untuk Memperbaiki Diri'.

*13.Kita tdk pernah tahu Kapan* 'Kematian' akan 'Menjemput Kita, tapi yg Kita Tahu  adalah kematian itu pasti datang.

Kamis, 28 September 2017

KISAH SEORANG KRISTIAN MASUK ISLAM BERKAT MEMULIAKAN ASYURA'


Alkisah disebutkan bahawa di kota Array terdapat Qadhi yang kaya-raya. Suatu hari kebetulan hari Asyura' datanglah seorang miskin meminta sedekah. Berkatalah si miskin tadi, "Wahai tuan Qadhi, adalah saya seorang miskin yang mempunyai tanggungan keluarga. Demi kehormatan dan kemuliaan hari ini, saya meminta pertolongan daripada tuan, maka berilah saya sedekah sekadarnya berupa sepuluh keping roti, lima potong daging dan duit dua dirham."

Qadhi menjawab, "Datanglah selepas waktu zohor!"

Selepas sembahyang zohor orang miskin itu pun datang demi memenuhi janjinya. Sayangnya si Qadhi kaya itu tidak menepati janjinya dan menyuruh si miskin datang lagi selepas sembahyang Asar. Apabila dia datang selepas waktu yang dijanjikan untuk kali keduanya itu, ternyata si Qadhi tidak memberikan apa-apa. Maka beredarlah simiskin dari rumah si Qadhi dengan penuh kecewa.

Di waktu si miskin jalan mencari-cari, ia melintas di depan seorang kristian sedang duduk-duduk di hadapan rumahnya. Kepada orang Kristian itu si miskin minta sedekah, "Tuan, demi keagungan dan kebesaran hari ini berilah saya sedekah untuk menyara keluarga saya."

Si Kristian bertanya, "Hari apakah hari ini?"

"Hari ini hari Asyura", kata si miskin, sambil menerangkan keutamaan dan kisah-kisah hari Asyura'. Rupanya orang Kristian itu sangat tertarik mendengar cerita si peminta sedekah dan hatinya berkenan untuk memberi sedekah.

Berkata si Kristian, "Katakan apa hajatmu padaku!"

Berkata si peminta sedekah, "Saya memerlukan sepuluh keping roti, lima ketul daging dan wang dua dirham saja."

Dengan segera ia memberi si peminta sedekah semua keperluan yang dimintanya. Si peminta sedekah pun balik dengan gembira kepada keluarganya. Adapun Qadhi yang kedekut telah bermimpi di dalam tidurnya.

"Angkat kepalamu!" kata suara dalam mimpinya. Sebaik saja ia mengangkat kepala, tiba-tiba tersergam di hadapan matanya dua buah bangunan yang cantik. Sebuah bangunan diperbuat dari batu-bata bersalut emas dan sebuah lagi diperbuat daripada yaqut yang berkilau-kilauan warnanya. Ia bertanya, "Ya Tuhan, untuk siapa bangunan yang sangat cantik ini?"

Terdengar jawapan, "Semua bangunan ini adalah untuk kamu andaikan saja kamu mahu memenuhi hajat si peminta sedekah itu. Kini bangunan itu dimiliki oleh seorang Kristian."

Apabila Qadhi bangun dari tidurnya, ia pun pergi kepada Kristian yang dimaksudkan dalam mimpinya.

Qadhi bertanya kepada si Kristian, "Amal apakah gerangan yang kau buat semalam hingga kau dapat pahala dua buah bangunan yang sangat cantik?"

Orang Kristian itu pun menceritakan tentang amal yang diperbuatnya bahawa ia telah bersedekah kepada fakir miskin yang memerlukannya pada hari Asyura' itu.

Kata Qadhi, "Juallah amal itu kepadaku dengan harga seratus ribu dirham."

Kata si Kristian, "Ketahuilah wahai Qadhi, sesungguhnya amal baik yang diterima oleh Allah tidak dapat diperjual-belikan sekalipun dengan harga bumi serta seisinya."

Kata Qadhi, "Mengapa anda begitu kedekut, sedangkan anda bukan seorang Islam?"

Ketika itu juga orang Kristian itu membuang tanda salibnya dan mengucapkan dua kalimah syahadat serta mengakui kebenaran agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad S.A.W.

Rabu, 27 September 2017

Rizky kita

*Inspirasi Sore jelang Wengi:*
Jika rizki karena kerja keras, seharusnya orng paling kaya kuli bangunan.

Jika rizki karena banyak waktu kerja, seharusnya warung- warung kopi 24 jam bisa mengalahkan macdonal dan kfc.

Jika rizki karena kepintaran. Seharusnya dosen dosen yg bergelar panjang menjadi orng orang kaya.

Jika rizki karena jabatan. Seharusnya para presiden dan raja berada di urutan terdepan dari 100 orng terkaya di dunia..

Rizki itu karena kasih sayang Allah.

_*"Mengejar rizki jangan mengejar jumlahnya tapi kejarlah berkahnya."*_ (Ali bin Abi Thalib)

*Tetap SEMANGAT*
Copas ti tatangga

Kamis, 31 Agustus 2017

Ibadah Haji yang Terganti


Setelah sekian lama menabung, mengumpulkan lembar demi lembar rupiah dari hasil berjualan, terkumpullah dalam tabungan Pak Ahmad sejumlah uang yang cukup untuk membayar ongkos naik haji (ONH). Impian sejak muda untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci sebentar lagi akan terwujud. Doa-doa yang senantiasa terucap selepas shalat tak lama lagi akan menjadi kenyataan.
Pak Ahmad bukanlah orang kaya. Dia hanyalah penjual es yang harus bekerja ekstra keras agar bisa menyisihkan sebagian uangnya untuk berhaji. Kuatnya keinginan Pak Ahmad untuk berhaji menjadikan dia mampu berdisiplin menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabungkan.
Sebenarnya, ada sedikit rasa "tidak enak" dalam hati Pak Ahmad. Uang yang dikumpulkannya itu hanya cukup untuk melunasi ONH untuk dirinya sendiri, tidak untuk istrinya. Padahal, uang itu terkumpul karena bantuan istrinya juga. "Tidak apalah, mudah-mudahan Allah memberikan rezeki sehingga istriku bisa kebagian jatah haji pada tahun-tahun berikutnya," begitu pikiran Pak Ahmad. Satu hari menjelang pendaftaran, salah seorang tetangganya datang ke rumah untuk meminjam sejumlah uang untuk membayar biaya rumah sakit. Tetangga Pak Ahmad ini terbilang orang susah, untuk makan sehari-hari saja, dia kelimpungan. Kesulitan tetangganya semakin bertambah ketika suaminya terkena sakit parah dan mau tidak mau dia harus menyelamatkan nyawanya dengan memasukkannya ke rumah sakit. Itu pun di kelas III yang hampir semua penghuninya kaum duafa.
Setelah berusaha ke sana-kemari meminjam uang, hasilnya nihil, lalu ibu ini memberanikan diri datang ke rumah Pak Ahmad untuk meminjam uang. Pak Ahmad pun dihadapkan pada pilihan sulit: meminjamkan uang dan cita-citanya untuk berhaji akan kandas di tengah jalan atau tidak meminjamkan uang dan membuat penderitaan tetangganya bertambah panjang. Setelah berdiskusi dengan istrinya, Pak Ahmad memilih jalan ketiga. Dia tidak meminjamkan uang dan tidak pula menahannya, tetapi memberikan seluruh uang hajinya untuk membayar biaya rumah sakit tetangganya. Sebuah pilihan yang sangat berat dan berani serta tidak masuk akal dalam pandangan kaum materialis.
Bayangkan saja, bertahun-tahun menabung, peras keringat banting tulang mengumpulkan uang, ketika uang sudah terkumpul, dia memberikannya begitu saja kepada orang lain. Namun, amal kebaikan sering sekali tak bisa diukur dengan logika kebanyakan orang. Sebagaimana tak masuk logikanya Nabi Ibrahim yang hendak menyembelih anaknya atau "keanehan" sikap para sahabat yang rela meninggalkan tanah kelahirannya, sanak saudara, dan harta kekayaannya demi berhijrah ke Madinah walau harus melalui perjalanan yang sangat berat. Itulah buah keimanan yang teramat tinggi nilainya yang sulit dicerna oleh orang-orang yang matanya sudah silau dengan dunia.
Pak Ahmad dan istrinya sangat yakin bahwa Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan amal kebaikan hamba-hambaNya. Bukankah Allah dan Rasul-Nya telah berjanji, "Barang siapa yang meringankan beban saudaranya di dunia, niscaya Allah akan meringankan bebannya di akhirat." Kemampuan memilih prioritas amal yang disertai keyakinan yang mantap terhadap janji Allah telah menguatkan hati Pak Ahmad untuk memberikan hartanya yang paling berharga. Disertai derai air mata sedih campur bahagia, tetangga Pak Ahmad menerima uang itu. Dia seakan tengah bermimpi, ternyata pada zaman sekarang masih ada orang yang berhati mulia seperti Pak Ahmad dan istrinya. Dia tak mampu berkata apa-apa selain ucapan terima kasih dan doa semoga Allah mengganti uang tersebut dengan sesuatu yang lebih baik. Kisah pun berlanjut. Seorang dokter yang menangani operasi Pak Fulan, tetangga Pak Ahmad, sedikit kaget. Kok bisa pasien seperti Pak Fulan bisa membayar biaya operasi yang termasuk mahal, bahkan tidak terjangkau bagi sebagian orang. Padahal, dokter itu sudah bisa menebak latar belakang Pak Fulan. Iseng-iseng dia bertanya dari mana Pak Fulan mendapatkan uang, apakah dia menjual warisan, menjual ramah, meminjam, atau apa? "Sama sekali bukan Dok, kami ini orang miskin, tidak punya apa-apa. Jangankan membayar biaya rumah sakit yang puluhan juta, untuk makan sehari-hari pun harus gali lobang tutup lobang," jawab Pak Fulan. "Lho, kalau begitu dari mana?" "Alhamdulillah, ada seseorang yang membayarkan biaya operasi kami." Dokter itu makin penasaran, "Wah hebat benar orang itu. Pastilah dia orang kaya yang sangat dermawan." "Oh.... Tidak Dok, dia orang biasa-biasa," Pak Fulan kemudian menceritakan kisah Pak Ahmad yang rela menunda ibadah haji demi meringankan beban penderitaan dirinya yang sekadar seorang tetangga. Selesai Pak Fulan bercerita, Dokter itu langsung meminta izin untuk diperkenalkan dengan Pak Ahmad. Dia ingin tahu lebih jauh tentang siapa Pak Ahmad itu sebenarnya. Allah pun mempertemukan mereka. Kepada Pak Ahmad dan istrinya, Dokter ini berkata, "Saya ingin belajar ikhlas seperti yang Ibu-Bapak lakukan. Akan tetapi, bukan di sini, saya ingin belajarnya di Tanah Suci. Jadi, saya dan keluarga akan mengajak serta Ibu dan Bapak pergi ke sana tahun ini." Mata Pak Ahmad tampak berkaca-kaca. Sejenak, dia tidak bisa berkata-apa. Dia seakan tidak percaya dengan kata-kata yang didengarnya. Hingga akhirnya, ucapan hamdalah terucap dari bibirnya. Begitulah, sebelum membalas kebaikannya di akhirat, Allah Swt. telah memberikan DP-nya terlebih dahulu di dunia. Harapan Pak Ahmad untuk berhaji dengan istrinya akhirnya terlaksana dalam keadaan yang penuh bahagia.

******
Jadikanlah dirimu sebagai tolok ukur dari selainmu.
Berbuatlah sesuatu yang menggembirakan orang lain sebagaimana yang engkau inginkan mereka berbuat untukmu.
Janganlah berbuat sesuatu yang engkau tidak ingin orang lain berbuat hal itu kepadamu.
Janganlah berbuat aniaya sebagaimana engkau tidak suka dianiaya.
Berbuat baiklah kepada selainmu sebagaimana engkau ingin orang lain berbuat baik kepadamu. Cegahlah dirimu dari perbuatan mungkar sebagaimana engkau tidak ingin orang lain berbuat itu kepadamu.
Berbuatlah sesuatu yang menyenangkan orang lain agar dia juga berbuat sesuatu yang menyenangkan dirimu. (Rasulullah saw.

Sumber :https://kisah-yang-penuh-hikmah.blogspot.co.id/2015/01/ibadah-haji-yang-terganti.html?m=1| Kisah Islami Penuh Hikmah |

Kamis, 25 Mei 2017

PENGUSAHA DAN ISTRI SETIA

Cerita ketiga mengenai seorang pengusaha yang terbangun di sebuah rumah sakit dan disampingnya sang istri tetap setia mendampinginya menjalani perawatan.
Suami berkata pada Istrinya, “Kamu tahu waktu pertama kali kita menikah usaha bangkrut. Engkau ada di sisiku. Setelah itu di tahun kedua pernikahan harta benda keluarga lenyap dicuri orang namun Kamu masih tetap setia menemaniku. Selanjutnya lagi saat rumah baru telah dicicil mengalami kebakaran Engkau pun di sisiku juga. Melalui semua itu Kamu ada di sisiku”.
Istrinya menjawab, “Ya aku akan selamanya setia berada di sisimu suamiku dalam keadaan apapun”.
Ia berkata, “Sekarang aku terbaring lemah di rumah sakit, Kamu tetap ada di sisiku”.
Ia menjawab, “Pasti, aku bersedia ada di sisimu”.
Kemudian pengusaha berkata lagi, “Makanya sekarang aku mulai berpikir bahwa kehadiran kamu disisiku menjadi pembawa semua kesialan”.

Makna cerita ini, Sang suami menyalahkan istri atas semua kejadian buruk dalam hidupnya. Ia melihat bahwa istrinya menjadi penyebab atas semua kemalangan dalam hidupnya. Ketika kita fokus pada hal negatif maka makna yang kita ambil negatif begitu pula sebaliknya. Jika ingin dilihat dari sudut pandang positif kita bisa lihat bahwa sang istri tetap setia menemai suami dalam setiap keadaan, saat ini sang suami masih diberi kehidupan dari Tuhan. Ia bisa bangun dari sakit yang ia alami.

10 Ribu Rupiah Membuat Anda Mengerti Cara Bersyukur

13.6K 170 9

by ZulkarnainAl-Muslim

Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.

Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!" Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!" Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!" Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.

Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening. Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu Kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah. Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat kalimat penuh kesungguhan: "Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!"

Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, "Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!" Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana. Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu.

"Ada apa Pak?" Istrinya bertanya. Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: "Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!" Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya: "Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa! Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah. Bu..., aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah."

Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu!

Kumpulan cerita inspirasi - 10 Ribu Rupiah Membuat Anda Mengerti Cara ...
https://www.wattpad.com › 5240785-ku...

Jumat, 07 April 2017

Hutang 3

👆🏻📖 Bahaya Orang yang Enggan Melunasi Hutangnya (Part 3)

✒ Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, Msc حفظه الله تعالى.

▶ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Sering Berlindung dari Berhutang Ketika Shalat

Bukhari membawakan dalam  kitab shohihnya pada Bab “Siapa yang berlindung dari hutang”.

Lalu beliau rahimahullah membawakan hadits dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَانَ يَدْعُو فِى الصَّلاَةِ وَيَقُولُ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ » . فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مِنَ الْمَغْرَمِ قَالَ « إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ » .

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdo’a di akhir shalat (sebelum salam): ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak utang).”

Lalu ada yang berkata kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Kenapa engkau sering meminta perlindungan adalah dalam masalah hutang?” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika orang yang berhutang berkata, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.”
(HR. Bukhari no. 2397)

Al Muhallab mengatakan,
“Dalam hadits ini terdapat dalil tentang wajibnya memotong segala perantara yang menuju pada kemungkaran. Yang menunjukkan hal ini adalah do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berlindung dari hutang dan hutang sendiri dapat mengantarkan pada dusta.” (Syarh Ibnu Baththol, 12/37)

Adapun hutang yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung darinya adalah tiga bentuk hutang:
1⃣ Hutang yang dibelanjakan untuk hal-hal yang dilarang oleh Allah dan dia tidak memiliki jalan keluar untuk melunasi hutang tersebut.
2⃣ Berhutang bukan pada hal yang terlarang, namun dia tidak memiliki cara untuk melunasinya. Orang seperti ini sama saja menghancurkan harta saudaranya.
3⃣ Berhutang namun dia berniat tidak akan melunasinya. Orang seperti ini berarti telah bermaksiat kepada Rabbnya.

Orang-orang semacam inilah yang apabila berhutang lalu berjanji ingin melunasinya, namun dia mengingkari janji tersebut. Dan orang-orang semacam inilah yang ketika berkata akan berdusta.
(Syarh Ibnu Baththol, 12/38)

Itulah sikap jelek orang yang berhutang sering berbohong dan berdusta. Semoga kita dijauhkan dari sikap jelek ini.

▶ Kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sering berlindung dari hutang ketika shalat?

Ibnul Qoyyim dalam Al Fawa’id (hal. 57, Darul Aqidah) mengatakan,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan kepada Allah dari berbuat dosa dan banyak hutang karena banyak dosa akan mendatangkan kerugian di akhirat, sedangkan banyak utang akan mendatangkan kerugian di dunia.”
Inilah do’a yang seharusnya kita amalkan agar terlindung dari hutang: ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak utang).

▶ Berbahagialah Orang yang Berniat Melunasi Hutangnya

Ibnu Majah dalam sunannya membawakan dalam Bab “Siapa saja yang memiliki hutang dan dia berniat melunasinya.”

Lalu beliau membawakan hadits dari Ummul Mukminin Maimunah.

كَانَتْ تَدَّانُ دَيْنًا فَقَالَ لَهَا بَعْضُ أَهْلِهَا لاَ تَفْعَلِى وَأَنْكَرَ ذَلِكَ عَلَيْهَا قَالَتْ بَلَى إِنِّى سَمِعْتُ نَبِيِّى وَخَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدَّانُ دَيْنًا يَعْلَمُ اللَّهُ مِنْهُ أَنَّهُ يُرِيدُ أَدَاءَهُ إِلاَّ أَدَّاهُ اللَّهُ عَنْهُ فِى الدُّنْيَا ».

Dulu Maimunah ingin berhutang. Lalu di antara kerabatnya ada yang mengatakan, “Jangan kamu lakukan itu!” Sebagian kerabatnya ini mengingkari perbuatan Maimunah tersebut. Lalu Maimunah mengatakan, “Iya. Sesungguhnya aku mendengar Nabi dan kekasihku shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang muslim memiliki hutang dan Allah mengetahui bahwa dia berniat ingin melunasi hutang tersebut, maka Allah akan memudahkan baginya untuk melunasi hutang tersebut di dunia”.
(HR. Ibnu Majah no. 2399. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih kecuali kalimat fid dunya –di dunia-)

Dari hadits ini ada pelajaran yang sangat berharga yaitu boleh saja kita berhutang, namun harus berniat untuk mengembalikannya.
Perhatikanlah perkataan Maimunah di atas.

Juga terdapat hadits dari ‘Abdullah bin Ja’far, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الدَّائِنِ حَتَّى يَقْضِىَ دَيْنَهُ مَا لَمْ يَكُنْ فِيمَا يَكْرَهُ اللَّهُ

“Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.”
(HR. Ibnu Majah no. 2400. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam membayar hutang. Ketika dia mampu, dia langsung melunasinya atau melunasi sebagiannya jika dia tidak mampu melunasi seluruhnya. Sikap seperti inilah yang akan menimbulkan hubungan baik antara orang yang berhutang dan yang memberi hutangan.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً

“Sesungguhnya yang paling di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.”
(HR. Bukhari no. 2393)

Ya Allah, lindungilah kami dari berbuat dosa dan beratnya hutang, mudahkanlah kami untuk melunasinya.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu ‘ala nabiyyiina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

🌎 rumaysho.com

📝💡 Reposted by Group Kajian WA ISLAMADINA (08170071531 & 087782400868)

SILAKAN BERGABUNG di Telegram Channel: @kajianIslamadina ▶ KLIK : https://goo.gl/qSyuEO

Hutang 2

👆🏻📖 Bahaya Orang yang Enggan Melunasi Hutangnya (Part 2)

✒ Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, Msc حفظه الله تعالى.

▶ Orang yang Berniat Tidak Mau Melunasi Hutang Akan Dihukumi Sebagai Pencuri

Dari Shuhaib Al Khoir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِىَ اللَّهَ سَارِقًا

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.”
(HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)

Al Munawi mengatakan,
“Orang seperti ini akan dikumpulkan bersama golongan pencuri dan akan diberi balasan sebagaimana mereka.”
(Faidul Qodir, 3/181)

Ibnu Majah membawakan hadits di atas pada Bab “Barangsiapa berhutang dan berniat tidak ingin melunasinya.”

Ibnu Majah juga membawakan riwayat lainnya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ إِتْلاَفَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ

“Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.” (HR. Bukhari no. 18 dan Ibnu Majah no. 2411).

Di antara maksud hadits ini adalah barangsiapa yang mengambil harta manusia melalui jalan hutang, lalu dia berniat tidak ingin mengembalikan hutang tersebut, maka Allah pun akan menghancurkannya.

Ya Allah, lindungilah kami dari banyak berhutang dan enggan untuk melunasinya.

▶ Masih Ada Hutang, Enggan Disholati

Dari Salamah bin Al Akwa’ radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
Kami duduk di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu didatangkanlah satu jenazah. Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak ada.” Lalu beliau mengatakan, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?”. Lantas mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak.” Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyolati jenazah tersebut.

Kemudian didatangkanlah jenazah lainnya. Lalu para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah shalatkanlah dia!” Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Iya.” Lalu beliau mengatakan, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?” Lantas mereka (para sahabat) menjawab, “Ada, sebanyak 3 dinar.” Lalu beliau mensholati jenazah tersebut.

Kemudian didatangkan lagi jenazah ketiga, lalu para sahabat berkata, “Shalatkanlah dia!” Beliau bertanya, “Apakah dia meningalkan sesuatu?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak ada.” Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka menjawab, “Ada tiga dinar.” Beliau berkata, “Shalatkanlah sahabat kalian ini.” Lantas Abu Qotadah berkata, “Wahai Rasulullah, shalatkanlah dia. Biar aku saja yang menanggung hutangnya.” Kemudian beliau pun menyolatinya.”
(HR. Bukhari no. 2289)

▶ Dosa Hutang Tidak Akan Terampuni Walaupun Mati Syahid

Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ

“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.”
(HR. Muslim no. 1886)

Oleh karena itu, seseorang hendaknya berpikir:
“Mampukah saya melunasi hutang tersebut dan mendesakkah saya berhutang?”

Karena ingatlah hutang pada manusia tidak bisa dilunasi hanya dengan istighfar.

Bersambung, إن شا ء الله

🌎 muslim.or.id

📝💡 Reposted by Group Kajian WA ISLAMADINA (08170071531 & 087782400868)

SILAKAN BERGABUNG di Telegram Channel: @kajianIslamadina ▶ KLIK : https://goo.gl/qSyuEO

Hutang

👆🏻📖 Bahaya Orang yang Enggan Melunasi Hutangnya (Part 1)

✒ Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, Msc حفظه الله تعالى.

▶ Keutamaan Orang yang Terbebas dari Hutang

Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِىءٌ مِنْ ثَلاَثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنَ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ

“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan [3] hutang, maka dia akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah no. 2412. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih).

Ibnu Majah membawakan hadits ini pada Bab
“Peringatan keras mengenai hutang.”

▶ Mati Dalam Keadaan Masih Membawa Hutang, Kebaikannya Sebagai Ganti

Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih).

Ibnu Majah juga membawakan hadits ini pada Bab “Peringatan keras mengenai hutang.”

Itulah keadaan orang yang mati dalam keadaan masih membawa hutang dan belum juga dilunasi, maka untuk membayarnya akan diambil dari pahala kebaikannya. Itulah yang terjadi ketika hari kiamat karena di sana tidak ada lagi dinar dan dirham untuk melunasi hutang tersebut.

▶ Urusan Orang yang Berhutang Masih Menggantung

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ

“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.”
(HR. Tirmidzi no. 1078. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi)

Al ‘Iroqiy mengatakan,
“Urusannya masih menggantung, tidak ada hukuman baginya yaitu tidak bisa ditentukan apakah dia selamat ataukah binasa, sampai dilihat bahwa hutangnya tersebut lunas atau tidak.”
(Tuhfatul Ahwadzi, 3/142)

Bersambung, إن شا ء الله

🌎 muslim.or.id

📝💡 Reposted by Group Kajian WA ISLAMADINA (08170071531 & 087782400868)

SILAKAN BERGABUNG di Telegram Channel: @kajianIslamadina ▶ KLIK : https://goo.gl/qSyuEO

Rabu, 29 Maret 2017

Bijak Mengelola Kepo


Saya cukup bersyukur ketika gaji pertama saya 900ribu rupiah sampai suatu saat saya mengetahui gaji temen saya 4,5jt.

Saya cukup senang ketika bisa membeli sebuah motor bebek sampai suatu saat saya mengetahui teman saya membeli sebuah motor sport.

Saya cukup berbahagia ketika saya bisa membeli sebuah rumah sederhana sampai suatu saat saya mengunjungi seorang teman yang memiliki sebuah rumah mewah.

Saya cukup bangga ketika saya bisa membeli sebuah mobil kecil buatan jepang sampai suatu saat saya melihat seorang teman mengendarai mobil besar buatan eropa.

Saya begitu hepi ketika bisa piknik ke taman wisata sampai suatu saat saya mengetahui teman saya piknik ke luar negeri.

Ternyata kepo itu bisa merusak kebahagiaan dan mengurangi rasa syukur kita.
.
.
.

Saya merasa bangga saat bisa mentransfer sebagian gaji untuk orang tua sampai suatu saat mengetahui seorang teman ternyata tidak hanya membantu orang tuanya tetapi juga membantu adik-adik dan saudara-saudaranya.

Saya merasa alim saat bisa menjaga sholat 5 waktu sampai saya melihat seorang teman begitu rajin dan konsisten sholat dhuha dan tahajud setiap hari.

Saya merasa cukup dengan menunaikan zakat sampai saya mengetahui seorang teman tidak hanya rutin membayar zakat tetapi juga rajin berinfak dan mewakafkan sebagian hartanya.

Saya merasa bersih ketika bisa membebaskan diri dari riba sampai suatu saat ada kenalan yang telah berhasil mendirikan sebuah Developer Syariah tanpa menggunakan praktik ribawi.

Ternyata kepo itu juga bisa memotivasi diri untuk menjadi lebih baik dan mulia.

Kelola rasa kepo hanya untuk hal-hal positif saja…

Si Kafir Masuk Surga, Si Muslim Masuk Neraka…


Alkisah, pada zaman Nabi Musa, hiduplah dua tetangga yang hidup bersama di satu rumah, seorang Muslim yang taat dan seorang kafir yang tak mempercayai adanya Tuhan (atheis) dan gemar bermaksiat. Si Muslim tinggal di lantai pertama, dan si kafir tinggal di lantai dua. Selama bertahun-tahun kedua orang ini selalu saja bertengkar dan berdebat soal keyakinan mereka.

Suatu hari, setelah bertahun-tahun memperdebatkan aqidahnya, si Muslim hendak menasihati si kafir untuk terakhir kalinya agar si kafir mau bertobat. Dengan ramah ia mengajak si kafir berdialog;

Muslim : “Wahai saudaraku! Sadar dan tobatlah! Tinggalkan perbuatan maksiatmu dan ikutlah jalan yang benar. Sembahlah Allah karena Dia-lah Tuhan Semesta yang dari-Nya semua berasal dan akan kembali. Takutlah kamu akan hari akhirat dan tinggalkan perbuatan maksiat yang hanya akan membakarmu nanti di neraka jahannam. Ingatlah bahwa hanya kenikmatan akhirat saja yang abadi.”

Kafir : “Apa yang kau katakan, hai Muslim? Kau sedang mengigau, hah? Kau sudah tahu kalau aku tak percaya pada Tuhan! Aku tak percaya pada agama! Tuhan, hari kiamat, sorga, neraka, semua yang kau sebut-sebutkan itu hanya ilusi belaka. Hanya kebohongan dan pembodohan belaka! Agama itu Cuma tipu-tipu. Ujung-ujungnya Cuma biar dapat duit dan kursi kekuasaan. Coba, kalau memang Tuhan itu ada, mana Dia? Alam semesta ini diciptakan oleh Tuhan? Ah, omong kosong! Alam ini ada dengan sendirinya, tak ada yang menciptakannya. Kalau sorga dan neraka itu ada apa buktinya? Kau Cuma mengigau, hai Muslim! Kau telah dibodoh-bodohi dan ditipu oleh Musa agar dia punya pengikut dan jadi raja! Agama kalian ini hanya agama orang miskin! Kalian ikut agama Musa karena kemiskinan kalian dan Musa menjanjikan harapan akan sorga agar kalian gembira, bukan? Lagipula, aku tidak tertarik dengan sorgamu, hai Muslim! Dalam kitabmu disebutkan bahwa isi sorgamu adalah perawan2 cantik, buah, susu, madu, dan arak. Aku sudah puas dengan itu semua, tiap malam aku selalu tidur dengan perawan cantik; susu, madu? Sudah bosan! Arak dan minuman keras? Emang kmu gak liat apa aku tiap hari mabok? Trus aku disuruh masuk agamamu dengan iming-iming kayak gitu??? Yang bener aja! Buat anak teka trik pasaran gituan mah manjur, tapi tidak buat orang cerdas dan gak gampang dibo’ongin kayak aku ini!”

Muslim : “Astaghfirullah! Kau benar2 tidak mau mendengarkan ajakan kebaikan, wahai orang kafir! Bagaimana mungkin Allah itu tidak ada sementara ciptaan-Nya ini, alam semesta ini ada? Bagaimana mungkin agama Musa adalah kebohongan, sementara dia dengan tulus berusaha membela kaumnya yang tertindas? Setelah sekian tahun hidup bersama, hari ini aku ingin mengingatkanmu untuk yang terakhir kalinya agar keluar dari kesesatanmu. Tapi engkau telah terbutakan oleh hawa nafsumu, hai orang kafir! Wanita dan minuman keras telah menumpulkan akalmu dari hidayah Allah! Tempat kembalimu tak lain adalah neraka jahannam!”

Kafir : “Bah! Omong kosong! Aku tidak takut dengan nerakamu, hai Muslim! Aku tak akan mengikuti kebohongan Musa! Tak ada itu akhirat! Tak ada itu sorga dan neraka! Hidup hanya saat ini! Kita senang dan menikmati hidup saat ini atau kita menderita dan sengsara saat ini! Peduli setan dengan sorga-nerakamu. Aku tak akan ikut bujuk rayumu! Dan ini juga adalah pembicaraan terakhir kita, hai Muslim! Jangan lagi2 kau mengajakku mengikuti kebodohanmu itu!” Sentak si kafir.

Muslim : “Kau benar2 tak punya harapan, wahai orang kafir. Mulai hari ini aku tidak akan lagi menasehatimu. Hanya saja, untuk yang terakhir kalinya aku mengingatkanmu, bahwa meskipun mungkin kau tak mempercayai neraka, tapi kabar mengenainya adalah mungkin. Dan tidakkah cukup kemungkinan adanya siksa neraka itu untuk membuatmu sadar? Kalau memang neraka itu tidak ada, kau mungkin bisa tenang. Tapi kalau neraka itu ternyata benar ada, bagaimana kau akan menghadapinya nanti???”

Kafir : “Diamlah kau, Muslim! Sudah kubilang aku tak butuh agama orang miskin sepertimu! Bukankah lebih baik kau lepas dari agama Musa ini? Bertahun-tahun kau ikut Musa tapi kau tetap saja susah dan miskin, bukan? Itu tandanya agama Musa yang kau anut itu adalah kebohongan! Kalau kamu memang benar, kenapa kamu tetap saja miskin dan sengsara, hah? Mending ikut aku saja, tidak usah menyembah Tuhan yang tidak ada! Menikmati semua kesenangan hidup yang hanya sekali ini!”

Menyadari si kafir sudah tak mau mendengarkan nasihatnya, si Muslim pun akhirnya mengakhiri pembicaraan mereka dan pergi dengan urusannya. Begitupun si kafir. Sampai saat malam hari keduanya kembali pulang ke rumah untuk tidur. Saat di kamar inilah, si kafir memikirkan kata2 si Muslim siang harinya. Begitupun di kamarnya si muslim memikirkan kata2 si kafir.

Si kafir berfikir bahwa jangan2 kata2 si Muslim itu benar, dan bahwa selama ini ia meninggalkan akal dan hatinya, hanya mengikuti hawa nafsu kebinatangannya semata. Jangan2 agama Islam itu yang benar? Jangan2 Tuhan itu memang ada, karena memang tak mungkin sesuatu ada dengan sendirinya, pasti ada yang menciptakannya. Jangan2 akhirat dgn sorga nerakanya itu juga benar ada, dan bahwa orang yang berdosa seperti dirinya akan dibakar dan disiksa di neraka. Ia memang belum bisa yakin kalau neraka itu benar2 ada, tapi juga ia juga tak bisa mengatakan dengan yakin bahwa neraka itu tidak ada. Benar kata si Muslim, jikapun itu hanya suatu kemungkinan, bukankah itu sudah cukup untuk membuatnya ketakutan dan bertobat? Si kafir terus berfikir dan teringat akan dosa2nya di masa lalu dan menangis. Akhirnya si kafir memutuskan untuk menemui si Muslim dan ingin mengatakan bahwa ia ingin masuk Islam dan bertobat…

Sementara itu si Muslim di kamar juga berpikir bahwa jangan2 kata2 si kafir itu benar. Jangan2 selama ini ia hanya dibodoh-bodohi oleh Musa? Jangan2 Tuhan itu tidak ada? Jangan2 sorga-neraka itu hanya karangan Musa saja agar orang2 mau mengikutinya dan supaya ia jadi raja menggantikan Fir’aun? Buktinya, kalau memang ajaran Musa itu benar dan membawa kebahagiaan, kenapa selama ini hidupnya susah? Kenapa ia terus saja miskin dan sengsara? Katanya Tuhan akan memberi rizki pada orang yang beriman? Tapi nyatanya malah Fir’aun yang mengaku Tuhan yang malah kaya-raya. Benar kata si kafir, hidup ini hanya sekali, jadi harus digunakan untuk dinikmati dan bersenang2. Dosa dan maksiat itu omong-kosong, itu hanya kebohongan orang2 yang tak mampu menikmati hidup. Ia sudah capek selama ini menjadi orang baik tapi susah melulu. Akhirnya si Muslim memutuskan untuk menemui si kafir untuk mengikutinya….

Si Muslim dan si kafir yang ingin menemui tetangganya itu segera keluar kamarnya, akan tetapi karena terlalu buru-buru, di tangga, keduanya bertabrakan dan jatuh ke lantai satu. Keduanya mati seketika! Ruh keduanya dibawa oleh malaikat. Ruh si kafir ditempatkan di sorga, sedang ruh si Muslim ditempatkan di neraka!

Di surga ruh si kafir kebingungan. Ia bertanya kepada malaikat; “Hai malaikat! Bukankah aku orang kafir dan banyak dosa? Dan orang kafir tidak boleh masuk ke surga? Sedangkan tetanggaku itu Muslim, tapi mengapa ia dimasukkan ke neraka?”
Jawab malaikat, “Kau memang dulunya kafir, tapi ketika kau berniat untuk tobat, maka kau menjadi Muslim. Dan setiap Muslim kan dimasukkan ke sorga. Sedang tetanggamu itu memang dulunya Muslim, tapi dia berniat untuk murtad dan menjadi kafir. Dan setiap kafir tempatnya adalah neraka!”

Sementara itu di neraka ruh si Muslim protes pada malaikat; “Hai, malaikat! Kenapa aku yang Muslim dan selalu beribadah kau masukkan ke neraka sedangkan si kafir yang selalu berbuat dosa dan maksiat itu kau masukkan ke surga?”

Jawab malaikat, “Itu karena pilihanmu sendiri, hai Fulan. Pada akhir hayat kau berniat untuk murtad, menyia2kan keimanan dan keislaman seumur hidupmu, dan untuk itu kau dimasukkan ke neraka, sedangkan si kafir itu di akhir hayat berniat untuk bertobat, dan karenanya ia dimasukkan ke sorga….”

Hanya karena keputusan salah sekejap, si Muslim itu menyia-nyiakan keimanan dan seluruh amal baiknya sepanjang hidupnya. Namun, nasi telah menjadi bubur, penyesalan si (mantan) Muslim itu terlambat sudah…

(Narasi bikin sendiri. Tp tumber cerita dari riwayat seorang ulama dan faqih besar yang menjadi guru 4 Imam Madzhab Ahlusunnah, Imam Ja’far as-Shadiq r.a., keturunan suci Rasulullah saw, saat memberikan ceramah pada murid-muridnya. Moga2 bermanfaat …)

Sumber https://googleweblight.com/?lite_url=https://jon1ali.wordpress.com/2013/01/12/si-kafir-yang-masuk-surga-dan-si-muslim-yang-masuk-neraka/&ei=qfrgWgo2&lc=id-ID&s=1&m=647&host=www.google.co.id&ts=1490782700&sig=AJsQQ1DVADEe5eTgLla7DipoxuDk6cRFuw

Menilai salah oranglain

Apakah dia lebih ria dari kita ? Lalu bagaimana dg kita ? Cukup sucikah ?

Ketika kita hanya mampu membeli tas tangan seharga Rp 500 ribu sementara kawan kita membeli tas tangan seharga Rp 5 juta, kita bilang kawan kita berlebihan. Padahal ia belanja tak pakai uang kita. Ternyata ia sudah berhemat untuk tidak membeli tas seharga Rp 40 juta yang sanggup ia beli.

Ketika kita hanya mampu hidup selalu di dekat suami,sementara kawan kita berpisah jarak dan waktu dengan suaminya, kita bilang kawan kita gegabah. Kita bilang ia menggadaikan rumah tangga demi materi. Ternyata ia tetap hidup rukun dan bahagia dalam perjuangan rumah tangganya.

Ketika kita hanya mampu menjadi ibu rumah tangga,sementara kawan kita memilih bekerja sebagai pegawai, kita bilang ia menggadaikan masa depan anak. Ternyata ia bangun lebih pagi dari kita, belajar lebih banyak dari kita, berbicara lebih lembut pada anaknya, dan berdoa lebih khusyuk memohon pada ALLAH untuk penjagaan anak-anaknya.

Ketika kita hanya mampu mengatur uang belanja Rp 1 juta sebulan,sementara kawan kita bercerita pengeluaran belanja bulanannya sampai Rp 10 juta , kita bilang ia boros. Padahal ia tak pernah berhutang pada kita. Pinjam uang pun tidak. Ternyata mereka beramal lebih banyak dari uang belanjanya. Ternyata mereka tak pernah lupa memberikan sumbangan.

Siapa yang rugi? Kita... Belum-belum sudah mudah menilai. Bisa jadi malah berburuk sangka. Padahal kita tak pernah tahu apa yang sebenarnya orang lain hadapi, orang lain lakukan, di luar sepengetahuan kita.
Saudaraku...
● Jangan mengukur sepatu orang lain dengan kaki kita.
● Jangan pernah mengukur kehidupan orang lain dengan ukuran hidup kita.
● Jangan menggunakan kacamata kita utk menilai orang lain, penampilan luar belum tentu mencerminkan sifat aslinya.
● Jangan sibuk mengurusi urusan orang lain, apalagi ketika kita tidak tahu apa-apa tentang hal tsb. Mungkin itulah kenapa sepatu kaca Cinderella only fits for her

Sibuklah memperbaiki diri sendiri, bukan menilai orang lain. Karena hanya dengan diri sendiri menjadi lebih baik lah maka orang-orang di sekitar kita akan menerima dampak positifnya, dan dunia pun akan menjadi lebih baik.....

Kamis, 19 Januari 2017

Dokter dan doa

Jangan Berhenti Berdoa

Kisah nyata, terjadi di Pakistan. Seorang Dr Ahli Bedah terkenal (Dr. Ishan)
tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam bidang
kedokteran, yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran.
Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tiba diumumkan bahwa pesawat mengalami
gangguan dan harus mendarat di airport terdekat.


Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata: Saya ini dokter special, tiap menit nyawa manusia bergantung ke saya, dan sekarang kalian meminta saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam? Pegawai menjawab: Wahai dokter, jika anda terburu-buru anda bisa menyewa mobil, tujuanmanda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira dengan mobil 3 jam tiba.

Dr. Ishan setuju dengan usul pegawai tersebut dan menyewa mobil. Baru berjalan 5 menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai petir yang mengakibatkan jarak pandang sangat pendek.

Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka tersadar mereka tersesat dan terasa kelelahan. Terlihat sebuah rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut dan mengetuk pintunya. 

Terdengar suara seorang wanita tua: Silahkan masuk, siapa ya?

Terbukalah pintunya. Dia masuk dan meminta kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk dan mau meminjam telponnya. 
Ibu itu tersenyum dan berkata: "Telpon apa Nak? Apa anda tidak sadar ada dimana? Disini tidak ada listrik, apalagi telepon. Namun demikian, masuklah silahkan duduk saja dulu istirahat, sebentar saya buatkan teh dan sedikit makanan utk menyegarkan dan mengembalikan kekuatan anda."

Dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu, lalu memakan hidangan. Sementara
ibu itu sholat dan berdoa serta perlahan-lahan mendekati seorang anak kecil yang
terbaring tak bergerak diatas kasur disisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap
sholat. Ibu tersebut melanjutkan sholatnya dengan do'a yang panjang.

Dokter mendatanginya dan berkata: Demi Allah, anda telah membuat saya kagum dengan keramahan anda dan kemuliaan akhlak anda, semoga Allah menjawab do'a-do'a anda.

Berkata ibu itu: Nak, anda ini adalah ibnu sabil yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan do'a-do'a saya sudah dijawab Allah semuanya, kecuali satu. Bertanya Dr. Ishan: Apa itu do'anya? Ibu itu berkata: Anak ini adalah cucu saya, dia yatim piatu. Dia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter-dokter yang ada disini. Mereka berkata kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang akan mampu menyembuhkannya; katanya namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dari sini, yang tidak memungkinkan saya membawa anak ini ke sana, dan saya khawatir terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya berdo'a kepada Allah agar memudahkannya.

Menangislah Dr. Ishan dan berkata sambil terisak: Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh do'a ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan petir dan menyesatkan kami, Hanya untuk mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan tepat. Saya lah Dr. Ishan Bu, sungguh Allah swt telah menciptakan sebab seperti ini kepada hambaNya yang mu-min dengan do'a. Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk mengobati anak ini.

Kesimpulan: Jangan pernah berhenti berdo'a sampai Allah menjawabnya.

Prasangka


Prasangka

Seseorang SMS sahabat karibnya: "Bro, aku lagi butuh 500 ribu, penting banget, darurat. Please, tolong pinjami aku dulu".

Sahabatnya membalas: "Tunggu barang setengah jam ya bro, insya Allah nanti aku transfer".

Sudah lewat dari 1/2 jam . . satu jam . . tapi sahabatnya tidak juga memberi kabar. Ketika ditelpon pun ternyata HP nya tidak aktif.

Ia pun kecewa kepada sahabatnya itu. Ia merasa sahabatnya meninggalkannya. Bahkan setelah dua jam berlalu HP sahabatnya belum juga bisa dihubungi, tidak aktif!

Ia pun mengirim SMS kepada sahabatnya, isinya:

"Selama ini aku tidak pernah mengecewakanmu bro. Selama ini kita saling bantu. Kita sudah seperti saudara. Tapi kenapa sekarang engkau lari dariku?! Apa salahku?!"

Tapi status pengirimannya PENDING, belum terkirim.

15 menit kemudian, sahabatnya menelpon. Baru saja ia bertanya kepada sahabatnya kenapa tidak bisa dihubungi, tiba-tiba ada SMS masuk ke HP sahabatnya.

"Sebentar ya bro, aku matiin dulu, ada SMS masuk, aku takut ini SMS penting".

Ternyata SMS yg tadi dikirim, baru saja sampai ke HP sahabatnya itu. Setelah dibaca, sahabatnya menelpon kembali dan berkata:

"Astaghfirullah, semoga Allah mengampunimu, brooo . . Aku tidak bermaksud mematikan HP untuk lari darimu. Aku mematikan HP karena aku sedang menjual HPku untuk membantu kebutuhanmu. Lalu, dari sisa penjualan, aku belikan HP second agar bisa menghubungimu".

*****

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيراً مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa..." (QS. al-Hujuraat/49: 12)

~copas
***